Pergantian
detik-detik tahun baru 2015 di Kota Banda Aceh jauh berbeda dengan wilayah
lain. Biasanya dimeriahkan dengan petasan dan kembang api. Namun di Banda Aceh
tidak ada ledakan petasan dan kembang api.
Kendati
demikian, jelang pergantian tahun baru sejak pukul 23.00 WIB ruas jalan di
kawasan Simpang Lima, Banda Aceh lalu lintas padat merayap. Sejumlah kenderaan
roda dua maupun roda empat berlalu-lalang. Terutama menjelang pergantian tahun
baru pukul 00.00 WIB, Kamis (01/01/2015).
Petugas
juga berkali-kali keliling kota Banda Aceh menghimbau kepada warga yang di
jalan agar kembali ke rumah masing-masing. Bahkan ada beberapa kali petugas
meminta warga yang parkir kenderaan di pinggir jalan untuk membubarkan diri.

“Kita
lihat biasa-biasa saja dan tidak merayakan pergantian tahun dengan terompet dan
kembang api. Warga kita lihat hanya sekedar mutar-mutar saja. Tentunya warga
sudah semakin mengerti bahwa ini bukan budayanya Islam,” ujar Illiza.
“Kalaupun
ada hari ini yang marah adalah mereka yang belum paham. Tapi saya yakin suatu
hari mereka akan bersyukur kepada Allah SWT,” ujar Illiza.
Sementara
itu, sekitar pukul 00.40 WIB dan semua petugas hendak kembali ke markas
masing-masing. Tiba-tiba terdengar suara ledakan petasan berjarak sekitar 300
meter dari Simpang Lima Banda Aceh.
Sontak
saja polisi syariat dan sejumlah personil kepolisian langsung bergerak menuju
titik suara petasan tersebut. Akhirnya petugas mendapatkan petasan terikat di
pagar sebuah kafe yang ada di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh.
Lantas
petugas pun langsung menggeledah seluruh ruangan kafe tersebut. Namun petugas
tidak menemukan alat bukti lainnya. Akan tetapi petugas menemukan mercon
terikat di pagar kafe ini dan simpul ikatan mengarah ke dalam pekarangan kafe. Mercon
tersebut langsung disitaoleh polisi syariat sebagai barang bukti.
“Ikatan
petasan ini dengan kawat simpul mengarah ke dalam, tetapi mereka tidak mengakui
dan kita memiliki alat bukti dan akan kita proses,” tegas Kasat Polisi Syariat
Banda Aceh, Rita Pujiastuti di lokasi.

Comments
Post a Comment